-->

ANGGARAN DIPANGKAS, PROGRAM MBG JADI ANAK EMAS


Oleh : Evi Ummu Zaid

Program Makan bergizi gratis (MBG) ibarat anak emas di antara program lainnya. Tidak heran alokasi anggarannya begitu diprioritaskan. Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah bakal melakukan pemangkasan anggaran hingga Rp 750 triliun melalui tiga tahap. Dia mengungkapkan, dana dari pemangkasan anggaran tersebut akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan investasi jangka panjang, termasuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.(tempo.co 18/02/2025).

Padahal realita pelaksanaan berjalannya program Makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi anak emas ini mengalami banyak kendala diberbagai daerah. Dimulai dari distribusi yang tidak merata, menu yang terkesan apa adanya bahkan yang saat ini dikabarkan bahwa program Makan bergizi gratis dihentikan dibeberapa daerah. Belum diketahui alasan akurat dari pihak terkait.
Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah daerah mulai bermasalah. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, program MBG dihentikan mendadak, sementara di Kabupaten Sikka, NTT, ratusan siswa tidak mendapatkan jatah makan bergizi gratis.(metrotvnews.com 18/02/2025).

Senin 17 Februari 2025 ribuan siswa di Sumenep Jawa Timur tidak lagi mendapatkan makan bergizi gratis dari program pemerintah karena program dihentikan. Program makan bergizi gratis (MBG) di Sumenep, Madura, dihentikan sementara. Sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat mengaku belum mengetahui alasan secara rinci. Kepala MIN 1 Sumenep Didik Santoso menjelaskan, pihaknya baru menerima pemberitahuan bahwa MBG dihentikan sementara pada Sabtu (detik.com 15/2/2025).

Pemerintah seharusnya jauh lebih cermat dengan target efisiensi anggaran tersebut. Pembiayaan program anak emas tidak semestinya ada, apalagi jika harus menimbulkan pembiayaan sektor-sektor yang tidak kalah vital.

Program MBG bahkan juga rawan korupsi, karena berurusan dengan dana fantastis. Aspek profit dalam MBG juga tampak dominan. karena melibatkan sejumlah vendor swasta yang mengejar laba. Belum lagi seputar kebocoran anggaran akibat pemilihan pejabat yang tidak amanah, tidak kapabel dan aji mumpung dengan jabatannya.

Mega Proyek MBG yang melibatkan banyak pihak termasuk pengadaan barang dan jasa berpotensi membuka celah korupsi. Dapat dilihat dari dua aspek, pertama: potensi kecurangan dapat muncul dalam proses penyediaan barang dan jasa. Bukan rahasia lagi jika korupsi dan kolusi kerap mewarnai jalannya berbagai program yang diselenggarakan. kedua : karena melibatkan pihak swasta. Resiko audit keuangan sangat rawan perihal sumber dana saat proses pengadaan material program dari swasta atau APBN.

Islam telah menetapkan bahwa pemenuhan gizi generasi adalah tanggung jawab bersama. Dalam Al-Qur'an Allah nyatakan "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar".(TQS. AnNisa :9). Ayat ini dengan jelas mengharuskan seluruh kaum muslim untuk bertanggung jawab terhadap kesejahteraan generasi. Tanggung jawab utama terhadap generasi ada di pundak Ayah sebagai kepala keluarga. Para ayah harus bekerja mencari nafkah hingga mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Termasuk memberikan yang bergizi kepada anak-anaknya hanya saja agar peran ini terealisasi perlu ada campur tangan negara.

Dalam sistem Islam, khilafah akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi para ayah serta memastikan mereka bisa bekerja dengan penghasilan yang layak. hingga mampu memenuhi gizi bagi anak-anak mereka. Khilafah juga akan berupaya mewujudkan ketahanan pangan dan keamanan pangan tidak tergantung pada impor dan memastikan bahan pangan terdistribusi ke seluruh wilayah Negara Khilafah.

Khilafah Islam akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan membuat Negara menjadi kaya raya dan warga negaranya sejahtera. Ini karena penerapan sistem ekonomi Islam menjadikan harta milik umum seperti SDA yang melimpah ruah termasuk barang tambang yang sangat banyak dan beragam jenisnya semuanya dikelola oleh Khilafah dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat warga Negara.

Dengan kondisi seperti ini memberikan makan bergizi gratis bagi seluruh siswa di seluruh pelosok negeri adalah hal yang sangat mudah bagi Khilafah. Bahkan tidak hanya makan siang gratis, biaya pendidikan pun gratis. Para pelajarnya akan diberikan asrama gratis. Dicukupi seluruh kebutuhan makan dan minum, bahkan juga diberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga daulah tanpa kecuali.

Wallahu a'lam bishowab.